SoC adalah sebuah sistem yang berisi CPU, RAM, Storage, dan GPU dalam satu paket. Sama seperti PC yang ukurannya 10x lebih kecil. Kemudian casingnya menjadi heatsink yang panasnya akan disalurkan ke frame. Jika salah satu bermasalah maka sistem tidak akan booting, atau tidak menyelesaikan bootingnya. Sama seperti komputer bukan? Dan jarang sekali CPU dan GPU bermasalah. Sisanya adalah RAM, dan Storage yang sama rentannya jika sistem dihajar. Itulah masalah umum yang sering terjadi pada smartphone Android. Lalu gejala yang timbul saat bagian itu bermasalah adalah sebagai berikut: Storage (UFS/eMMC) Ketika storage umurnya selesai, tapi kondisinya masih normal membuatnya tidak bisa menyimpan data lagi (write). Seperti storage flash lainnya akan mengalami write protect. Itulah yang menyebabkan restart otomatis. Loading lama saat membuka aplikasi adalah gejala awa. Bukan karena masih menggunakan eMMC, atau spek rendah. Tapi lemot ini terjadi setelah smartphone berumur lebih dari 5 tahun. Biasanya ini dipicu oleh pemakaian yang berlebihan. Storage yang terlalu sering baca/tulis mengurangi umur pemakaiannya. Stutter adalah kondisi performa yang tersendat, atau lemot singkat tapi berulang yang terjadi ditengah penggunaan aplikasi. Ini sering terjadi pada smartphone spek rendah yang memaksa menjalankan aplikasi yang berat dan itu normal. Tapi jika ini terjadi pada aplikasi ringan itu adalah gejala paling awal kegagalan sebuah storage. Dilanjutkan dengan aplikasi “stop responding” atau “force stop” yang biasanya normal dan sekarang bermasalah, dan bukan karena aplikasinya. Ini bisa terjadi pada banyak aplikasi yang terinstal, dan meskipun sudah mencoba instal ulang, bahkan flash ulang sekalipun, tapi hal yang sama tetap terjadi. Terakhir jika storage sudah berakhir yang terjadi adalah bootloop, dan flashing tidak menyelesaikan masalah. Tidak ada solusi kecuali ganti storage. RAM Memori yang digunakan untuk menampung aplikasi yang sedang dijalankan. Saat smartphone dihidupkan os android, driver, aplikasi, dsb masuk ke dalam RAM dan berjalan selama smartphone itu hidup. Tapi tidak menyimpan data seperti storage karena saat dimatikan (shutdown) RAM kembali kosong. Jika RAM gagal maka tidak bisa bisa booting. Jika smartphone dinyalakan reaksinya hanya getar, atau LED menyala. Berbeda dengan jika CPU yang rusak maka tidak ada reaksi sama sekali. RAM tidak memiliki gejawal awal ketika akan rusak. Rusak begitu saja. RAM dan Storage lokasi terpisah. RAM bersama CPU, sedangkan storage dipisah. Sehingga storage mudah diganti tapi tidak dengan RAM.

Cara Berkomentar
1. Gunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti
2. Komentar tidak berisi link
3. Jika merasa komentar ditolak, baca ini: Bantuan dan Dukungan