HIGHLIGHTS


Setiap gamer pasti memiliki seleranya masing-masing untuk mouse mereka, ada yang suka dengan wujud yang ringkas, ada yang suka dengan tambahan tombol makro sampai sembilah buah. Ya, memilih mouse gaming memang harus disesuaikan dengan keperluan dan kepribadian si pemakai. Ulasan mengenai mouse hanyalah sebagai referensi yang menjadikan sebuah petunjuk untuk anda dalam memilih mouse gaming yang tepat.

Sebenarnya sudah lama saya membutuhkan pengganti mouse Elephant Leviathan yang sudah lama rusak, dan sementara itu menggunakan mouse standar murah. Tapi sialnya ketika setelah menggunakan mousepad baru, yang kemarin saya review yaitu Rexus Kvlar T1, malah menjadikan sebuah petaka sendiri, dengan sensor optik yang kewalahan dalam mendeteksi pergerakan yang cepat.

Sebelumnya terjadi sebuah dilema apakah harus pilih Logitech G502 atau Steelseries Rival 500. kedua mouse tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Setelah cari referensi maka pilihan tetap jatuh pada rencana awal yaitu Logitech G502. Ini karena saya sudah cocok dengan bentuk mouse logitech yang bentuknya hampir sama dengan mouse optik pertama saya yang juga dari Logitech.

Dilihat dari box, yang sangat sederhana dengan ciri khas mouse gaming Logitech warna hitam dan cyan, dan huruf G sebagai simbol seri Goblvk Gaming.

depan - kanan - belakang - kiri
Mouse ini didesain hanya untuk pengguna tangan kanan.

Kelengkapan kardus, buku manual, mouse, dan 5 buah pemberat
Body mouse terbuat dari plastik yang cukup kokoh dibalut dengan warna hitam matte dan glossy untuk tombol tambahan. Dibagian samping atau grip memiliki tekstur dan dilapisi karet yang anti-slip. Dalam jangka waktu yang lama tekstur grip ini akan terkikis, ini sudah jadi resiko.

sisi samping dan sisi belakang

sisi kri dan sisi kanan

Mouse ini memiliki lima pemberat yang masing-masing beratnya 3.5 gram, dan ini untuk orang yang memiliki tangan yang kuat dan suka dengan DPI tingkat tinggi.

5 buah pemberat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Jujur saja, saat semua pemberat dipasangkan ke mouse dan digunakan untuk lima belas menit tangan terasa cukup pegal di bagian jari manis dan jari kelingking. Karena titik berat mouse ini ada dibagian tengah ke kiri. bukannya ditengah atau di bagian belakang mouse, bahkan tanpa pemberat tersebut.

tutup yang mudah lepas-pasang dengan magnet pengunci.
Dan yang terakhir yaitu kabel mouse. Terbalut dengan kain malah terlihat seperti kabel seterikaan, dan bila tidak segera diluruskan akan menjadi petaka seperti ini.

kombinasi  yang tidak tepat!
Sialnya lagi, kabel braided ini sangatlah rawan dengan pengikat kabelnya sendiri bila terkena rekatannya maka akan membuat pelindung kabel ini rusak (mbrudul). *tepokjidat

Sudah cukup lihat-lihat mousenya waktunya pengujian, dan sebelumnya harus download software dan driver agar mouse bekerja lebih optimal.

Di awal tampilan software Logitech anda akan ditawari akan menggunakan memory internal atau simpan di PC.


  • Memakai Memory internal mouse pengaturannya cukup ringkas dan tidak akan perlu software Logitech lagi setelah anda selesai memprogram mouse ini. Pengaturan tersebut bisa dipakai di mana saja. Hanya saja cuma ada 3 profil yang bisa digunakan. 
  • Sedangkan Automatic Detect menggunakan PC sebagai penyimpan pengaturan mouse anda akan menemui banyak pengaturan seperti profil untuk aplikasi dan game yang berbeda dan terpisah.
Pertama yang saya lakukan adalah Tuning mouse pada mousepad, agar sensor optik bekerja lebih optimal dan akurat.


Caranya cukup m udah klik Icon Tuning. Lalutekan klik kiri sambil digerakan membuat angka delapan. Setelah selesai lepas klik tadi dan selesai.



Dilanjutkan dengan setting LED, ini sebenarnya tidak terlalu penting. tidak suka yang kelap-kelip seperti lampu tujuh belasan. Matikan saja!


Tapi saya terapkan hanya untuk game, misal game dota dg warna Amber (warna logo Dota), CSGO dengan warna Magenta (warna HUD CSGO).
Cuma ada dua mode pencahayaan, bernafas (kelap-kelip), dan warna spektrum .
Lucunya lagi tidak bisa memakai warna putih, padahal LED dengan 16.8M warna, yang dihasilkan malah warna biru pudar. *tepokjidat

Sudah selesai berurusan dengan LED sekarang saatnya pengaturan makro pada tombol mouse. Semua tombol dapat diubah fungsinya kecuali tombol kunci scroll wheel.


pilih game-nya terlebih dahulu
Software-nya sedikit agak menyusahkan, malahan lebih mudah punya steelseries. Ini karena terlalu banyak window pengaturan hanya untuk satu pengaturan, daripada semua ditampilkan dalam satu window.

setting macro
Setting macro dengan step-by-step memudahkan tapi juga menjadikan sebuah batasan karena tidak membiarkan user berkreasi dengan setting macro sendiri. Dengan kata lain harus mengikuti langkah-langkahnya. Tapi bagi programer ada setting advanced sendiri jika mau beralih ke basis teks daripada GUI.

Ada yang menarik di sini yaitu fitur G-Shift yang bisa memberikan layer sebagai tombol makro alternatif. penggunaanya dengan cara menekan tombol tersebut dan dilanjutkan dengan menekan tombol lainnya yang sudah diatur sebelumnya. misal saat bermain CSGO klik kiri yang digunakan untuk menembak automatis, dikombinasikan dengan makro tembak single/tap, hanya cukup menekan tombol G-Shift dan klik kiri. Jadi seperti memiliki Fire Mode.

Selesai dengan pengaturan Mouse, saatnya terjun ke medan pertempuran, ada dua game untuk menguji mouse ini yang sudah terinstall di komputer yaitu CSGO dan DoTA2.

Bermain CSGO di mode competitive

  • Game FPS saya terbiasa menggunakan Claw grip.
  • secara default game tidak bisa mendeteksi tombol G selain G4 dan G5
  • Tombol G4, ibu jari saya sedikit kesulitan untuk meraihnya,
  • Tombol kanan dan kiri terasa empuk sehingga nyaman untuk melakukan short-brust atau single-shot
  • Sensor optik bekerja optimal dapat mendeteksi gerakan kecil pada mousepad Rexus Kvlar T1 tiap pixelnya terdeteksi dengan baik. Aim meningkat drastis yang biasanya selalu gagal mengenai sasaran saat berlari dan menembak.
  • Bermain tiga permainan tidak terasa lelah, karena bentuk yang ergonomis, tapi jika sering menggunakan tombol G7 dan G8 cukup melelahkan karena letaknya yang sedikit diluar jangkauan jari telunjuk.

Memainkan DoTA

  • Game MOBA saya terbiasa menggunaan Palm grip 
  • secara default game tidak bisa mendeteksi tombol G selain G4 dan G5
  • Melakukan gerakan reflek dengan semua pemberat terpasang menjadikan pemakaian untuk satu permainan membuat tangan cepat lelah, ditambah mousepad yang sama sekali tidak mendukung untuk game satu ini.
  • Keseluruhan sangat nyaman untuk digunakan jenis permainan ini.

Penggunaan diluar Gaming

  • Aktifitas komputer sehari hari saya mengugnan finger-tips grip
  • memiliki mouse dengan tombol tambahan lebih dari dua malah menjadi pengganggu, bila diatur untuk menjalankan perintah tertentu dan sering tidak sengaja menekan tombol tersebut. 
  • Tapi ada nilai plus dengan scroll wheel infinite berasa punya fidget spinner scrolling halaman web seperti di smartphone dapat "meluncur bebas" kebawah dan keatas. 
  • Dan pengoperasian windows tidak ada bedanya dengan mouse standar murah.

Kesimpulan

Mouse ini dapat diandalkan untuk segala keperluan, untuk desain grafis, video editing, gaming, dan masih banyak lagi, Dengan adanya tombol tambahan yang dapat diatur menjadikan kemudahan tersendiri dalam pengoperasian software yang tentunya menunjang produktivitas. Walau dibuat untuk game fast-paced FPS tapi tidak menjadi sebuah masalah digunakan untuk game MOBA, hanya saja penempatan tombol kurang strategis untuk game ini. Satu lagi yang menjadi sebuah kelemahan untuk mouse ini bila dipakai orang dengan tangan yang besar tombol tambahan dimouse akan sering secara tidak sengaja tertekan.

Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga informasi yang diberikan ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terimakasih telah membaca!
Speaker menjadi perlengkapan komputer utama setelah headset, tanpa itu ruang kerja akan menjadi membosankan. Namun bagaimana jika speaker atau sound card rusak? Dan dikarenakan keterbatasan dana maka dicari solusi lain yaitu menggunakan smartphone android sebagai speaker.


Di Playstore tersedia tiga aplikasi yaitu Wireless speaker for android, SoundWire, dan Wifi Speaker. Tapi hanya Wifi Speaker yang kinerjanya cukup baik dan memiliki sedikit masalah dari yang saya uji menggunakan Xiaomi Redmi 4A.

WiFi Speaker memiliki pengaturan yang dapat disesuaikan yaitu Audio Format dan Buffer Time. secara default Audio Format yang dipakai adalah 44khz 16 bit stereo dan Buffer Time 3000ms. pengaturan default tersebut sudak baik mendengarkan musik atau nonton film.  Akan tetapi bila anda memaiknan game PC, anda harus disesuaikan pengaturannya karena aplikasi ini tidak bisa mengimbangi hasil suara dari video game yang sudah modern.

Saya harus menurunkan kualitas audio menjadi 22khz 16bit stereo saat ingin memainkan PC game. Latency yang dihasilkan cukup tinggi sehigga suara dan aksi tidak sinkron, dan hasil keluaran suara seperti radio.

Perlu diketahui tidak semua speaker yang dimiliki smartphone memiliki kualitas keluaran yang baik atau dengan kata lain pas-pasan. Jadi jangan berharap banyak.

Persiapan:

  • Pertama, perlu dipersiapakan adalah smartphone-nya sendiri apakah sudah mendukung aplikasi WiFi Speaker yang akan dipasang.
  • Kedua, koneksi wireless Wifi pada komputer, kalau pakai laptop sudah ada jadi bisa lewatkan langkah ini.
  • Ketiga, download dan instal aplikasi WiFi Speaker di Playstore, dan WiFi Speaker Server di Web berikut: 

Pengoperasian:

Pertama koneksikan kedua perangkat pada jaringan wifi yang sama. Alternatif, bila tidak ada wifi akses poin, bisa menggunakan tethering pada android.

Kedua jalankan software WiFi Speaker Server dan WiFi Speaker di android.
  • Pada aplikasi di android tap icon seach bergambar kaca pembesar bila terkoneksi dengan wifi akses poin dijaringan yang sama, untuk otomatis mencari server yang telah terpasang. 
  • Atau bisa dengan masukan alamat IP di aplikasi android dan tap tombol "Connect" bila berhasil maka muncul notifikasi "Login Succes".

Ketiga, Coba untuk memutar musik, video, atau memainkan game. Jika berhasil maka suara yang keluar adalah dari speaker smartphone.

Ada pengaturan yang bisa anda sesuaikan sesuai kebutuhan.

Pengaturan di sisi android cukup mudah. Tap icon tools dan tap setting. yang perlu diatur adalah Audio format sesuaikan frekuensi yang dapat ditangani oleh smartphone, Dan buffered time, sebaiknya memasukan nilai kurang dari 500ms.


Sedangkan di Server, pengaturan yang satu ini bersifat opsional. Bila ada aplikasi lain yang menggunakan jaringan lebih baik set manual dengan cara memberikan port khusus pada WiFi Speaker Server.

Sama seperti di Android masukan buffered time. Saya sarankan adalaah kurang dari 500ms.
<500ms p="">

Troubleshooting singkat

  • Bila sudah terkoneksi tapi tidak menghasilkan suara. 
coba cek pengaturan dibagian Display. Pastikan NIC terpilih wireless yang anda pakai.

  • Smartphone berhenti mengeluarkan suara
Aplikasi dimatikan oleh pengaturan ROM yang tidak mengijinkan aplikasi jalan di background. Lihat kembali pengaturan di android, seperti "battery management" atau "apps permission"
  • Tidak dapat terkoneksi
Aplikasi diblokir atau tidak dijinkan menggunakan jaringan baik dari PC (firewall) atau android (permission). atau cek kembali apakah sudah terkoneksi dengan jaringan wifi?
  • Stuttering atau suara tersendat-sendat
Terjadi kesibukan pada jaringan, seperti sendanga melakukan aktifitas download, atau loading suatu web, dll.

Begitulah cara mengatasi agar PC dapat bersuara lagi, tanpa harus beli speaker atau sound card dengan cara memanfaatkan aplikasi Android yang bisa anda dapatkan di Playstore secara gratis dan mudah dalam penoperasiannya. Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga informasi yang diberikan ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terimakasih telah membaca!

Mousepad merupakan aksesoris komputer tambahan agar pemakaian mouse lebih nyamanan karena menjadikan tangkapan sensor lebih akurat. Selain menjadikan mouse feet atau kaki mouse lebih awet. Mousepad memiliki beragam ukuran, model, texture, keperluan  dan masih banyak lagi.

Sebelumnya saya menggunakan mousepad gaming yang dapat dari mouse Elephant Leviathan. karena sudah berumur cukup lama kurang lebih empat tahun, dan sudah rusak atau tidak layak pakai, maka harus ganti. 
Mousepad dari Rexus seri Kvlar T1 inilah yang akhirnya menjadi penggantinya dan sekaligus review!

Info tentang mousepad ini juga bisa dilihat di Web resmi Rexus.

Mousepad ini memilki tiga variasi ukuran yaitu T1 800x300x3mm (extended), T2 440x350x4mm, T3 350x250x4mm

Jika dilihat dari kardusnya sih sudah jelas untuk keperluan gaming dengan edisi fragged control


Pertama kali menyentuh pemukaan mousepad ini saya sempat berfikir bahwa ini mousepad apa keset rumah? Teksturenya kasar, tapi beda jika saat menggunakan mouse, yang nanti akan diperjelas dipengujiannya. Jika melihat dari foto yang saya berikan kelihatannya warna biru cerah, padahal tidak. Sayang sekali hasil print pada kainnya kurang terang. Jadi warna biru gelap.

Bila dilihat lebih dekat mousepad ini memiliki teksture seperti pori-pori berbentuk hexagonal. Anehnya mirip bahan luar pelapis busa helm motor saya, haha. Dari mousepadnya sendiri tidak ada yang istimewa selain tekstur weave, lainnya... ya biasa saja seperti standar mousepad kebanyakan.

weave texture
Memiliki jahitan dipinggirnya membuat daya tahan mousepad ini lebih lama daripada yang tanpa jahitan yang cepat mengelupas. bagian bawah merupankan karet yang kesat yang tidak membuat mousepad ini goyang atau bergeser dari tempatnnya.

jahitan bagian bawah kurang rapat

Diuji menggunakan game dua game yaitu Counter-Strike: Global Offensive dan Dota 2, dan dua mouse satu mouse standar (abal-abal) dan yang satunya steelseries rival 100.

Penggunaan mouse gaming dan mouse biasa
Ternyata terdapat pengaruh besar. Kenyamanan tetap ada di mouse Steelseries Rival 100, sensor mouse dapat bekerja optimal pada permukaan mousepad ini atau dengan kata lain tidak ada masalah.
Steelseries Rival 100
Tapi tidak untuk mouse biasa, yah... sedikit kewalahan karena optiknya pas-pasan, atau bisa dibilang kurang cocok, dan ini lebih parah dari mousepad Elephant. Karena tiap kali saya melakukan gerakan cepat,  cursor mouse menjadi tidak masuk akal atau bergerak tidak beraturan, menggambar garis lurus saja susah.
mouse standar

Pengujian pada game CS:GO
Dapat saya rasakan saat memakai mousepad ini yang pertama adalah glide mouse lebih kesat namun tidak juga licin. Jadi saat melakukan gerakan reflek dengan cepat, maka pada saat akan berhenti pada titik akhir (dari A ke B) terasa berat yang menjadikan mouse berhenti pada titik akhir dengan tepat. mungkin ini maksud fungsi dari weaved texture.

Berbeda dengan game Dota 2
mousepad ini menurut saya pribadi kurang cocok, karena saat melakukan pergeseran dengan cepat dan akuran, yang mana tersebut sangat sering dilakukan saat memainkan game Dota, fitur teksture weave menjadi sedikit penghalang. Apalagi untuk menggeser camera pada tepian layar, hal ini sedikit membuat tangan lelah.

Kesimpulan
Tidak banyak yang ditawarkan dari mousepad ini, selain weaved texture. Yah cukup baguslah untuk mousepad gaming diharga 50 ribuan, apalagi ukurannya yang panjang. Bagi yang memiliki dana terbatas bisa menjadi alternatif. Bagaimana bila terkena air, tidak sengaja mousepad ini terkena beberapa tetesan air, ternyata bahan permukaan mousepad ini mudah menyerap air, jadi kemungkinan bisa dicuci dan cepat kering. Dan selesailah review mousepad ini.

Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas dari artikel ini, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga artikel ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terima kasih telah membaca!

Sudah lama saya ingin mengganti keyboard lama yang sudah tidak layak pakai lagi. Pertama kali mendengan keyboard mekanik rasanya unik dan ingin sekali mencoba seperti apa rasanya. Lama kemudian tibalah kesempatan tersebut dan sekaligus membuat review.

"Jatuh hati pada sentuhan pertama!" sebuah kalimat yang muncul saat pertama kali mengetik menggunakan keyboard ini. Ducky One non-backlight sebuah keyboard mekanik yang simple dari tampilan seperti keyboard biasa, namun tidak saat menggunakannya untuk mengetik, ini terasa istimewa.

Lihat apa yang ada di dalamnya.

  • keyboard mekanik dan kabelnya
  • key puller
  • buku manual dan garansi
  • keyboard protector

Tampilan yang menawan

MX Cherry blue, it's clicky!
Menggunakan switch MX cherry blue buatan german, ketahannya tidak perlu diragukan. Sekilas tampilan seperti keyboard biasa dengan built quality yang bagus dan berat 1.3kg membuatnya tidak mudah geser di meja saat mengetik. Dibalut dengan warna hitam dan lampu led biru membuatnya elegan. dari segi tampilan memang tidak banyak yang menonjol.

3 pengaturan ketinggian
Ducky memeberikan 3 pengaturan tinggian untuk kenyamanan mengetik.

  1. normal tanpa kaki, ini juga sudah nyaman
  2. kaki kecil memberikan ketinggian tambahan sekitar 1 cm, yang satu ini menjadi sebuah kekurangan jika kibor didorong maka kaki akan kembali ketempat asalnya.
  3. yang terkahir memberikan ketinggian tambahan sekitar 1 inch. yang satu ini agak keras untuk ditarik keluar.


kenapa tidak beli yang led? itu... buat saya tidak perlu mengingat umur sudah banyak... tidak perlulah yang kelap-kelip macem lampu tujuh belasan. kan iya, ngetik yang dilihat monitornya bukan keyboard, haha.

Ada apa dibalik keyboard ini.


Dibalik keyboard terdapat switch, 1-3 untuk mengatur posisi tombol fn. dan switch no 4 untuk setting NKRO atau 6KRO. Buku manualnya bisa di lihat di sini.

tiga jalur kabel manjemen, kiri, atas, dan kanan
Lebih dekat lagi dibagian atas ada kabel manajemen berguna untuk menentukan alur keyboard kemana posisi komputer diletakan.

gold plate usb
Kabel detachable membuatnya mudah untuk dibawa. Lihat konektor kabelnya mirip dengan kabel data smartphone menggunakan micro usb, dan kedua port  dilapisi emas.

Penggunjian

tes mengetik dengan menekan kedua tombol shift saat mengetik kata berikut dan hasilnya:
THE QUICK BROWN FOX JUMPS OVER LAZY DOG
sempurna!

"Sebelumnya saya sudah pernah mencoba MX cherry brown dari corsai strafe punya saudara saya namun sayang feel saat mengetik terasa kurang, atau kurang cocok untuk saya pribadi. Dan rasanya akan susah untuk kembali ke keyboard membran"

Gaming
Pertama diuji untuk memainkan game favorit saya, Counter-Strike: Global Offensive. keybaord ini memberikan respon yang cukup cepat untuk memainkan game FPS. Tidak ada masalah yang terjadi selama pengujian.

Macro
saya mencoba setting makro sederhana seperti menambahkan tombol multimedia, karena tidak disediakan secara langsung. Bagi saya pribadi tidak ada kesulitan walau sempat bingung cara kerjanya. tapi untuk orang awam, tanpa software tambahan ini akan sedikit merepotkan.
cara menggunakan makro sebagai berikut
  1. tekan "Ctrl" + "fn" selama 3 detik; menyebabkan semua lampu led akan berkedip lambat
  2. tekan tombol yang akan di setting misal tombol "End" atau kombinasi "fn" + "End"
  3. selanjutnya tekan perintah yang akan diberikan pada tombol tersebut. misal tombol play/pause di buku manualnya tekan kombinasi "fn" + "win" + "d" maka semua lampu led akan kedip dengan cepat.
  4. selesai tekan tombol "Ctrl" + "fn"
tidak semua tombol di keyboard dapat disetting makro, jelasnya bisa dilihat di uku manual.

Kesimpulan

  • Keyboard full size dengan tampilan biasa
  • memiliki built quality yang bagus
  • memiliki makro built-in tanpa software
  • konektor usb gold-plate
  • kenyamanan mengetik

Ingin membeli keyboard mekanik?

Sesuaikan pemakaian dengan budget. kenapa?
Karena percuma bila Anda membeli keyboard mahal dengan tombol extra tapi pemakaian tidak maksimal, ya hanya sedikit fitur yang digunakan. terasa sangat mubazir.

Bingung pilih switch?
Switch mana yang cocok untuk saya? cara orang menggunakan (mengetik) keyboard berbeda-beda tidak ada jawaban yang jelas dari mereka. Jawaban yang tepat adalah audisi langsung di tempat yang menjual keyboard. atau pinjam punya teman atau saudara.

Switch produsen xxx jelek kualitasnya.
Semua ada masa pakainya atau memang anda yang kurang beruntung, sebelum membeli keyboard pastikan anda membaca review dari para pengguna switch tersebut.

Berakhirlah review keyboard ini dan bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas dari artikel ini, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga artikel ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terima kasih telah membaca!

Sudah lama ingin punya headset baru untuk menggantikan headset bawaan Evercoss A65 yang keluaran suaranya jelek mirip headset harga 10 ribuan, dan dipakai tidak nyaman, dan jika terlalu lama menyebabkan telinga sakit. Setelah pencarian di google dan toko online akhirnya, saya memutuskan untuk membeli headset ini!

Terdengar asing merk ini karena ya memang tidak terlalu terkenal, tapi tidak dikalangan kerehore headset ini termasuk bagus untuk budget, dan tidak banyak sekali ada dipasaran, dengan harga sekitar 85 ribu, bisa mendapatkan headset ini. Headset ini terdapat mic, dan memiliki 4 warna pilihan yaitu hitam, metal, silver, dan gold.. Selain itu dalam kemasannya terlihat mewah, dengan bonus ear tip dan kantong.

Unboxing

paket penjualan
  • Headset + mic
  • Pouch
  • Ear tip ukuran S (kiri), M (terpasang), L (kanan)
  • kabel klip (diantara eartips)
  • Buku panduan dengan bahasa inggris dan mandarin.

Earphones

Earphone menggunakan housing metal dengan warna silver dan ada tanda warna untuk letak kanan-kiri dan juga label, lalu kabel dalam dibuat twist dibungkus bahan karet tapi licin membuat kabelnya tidak mudah kusut tapi lentur.
biru (kiri) dan Merah (kanan), ear tip S
Panjang kabel mencapai 1,2m yang dirasa cukup untuk smartphone ataupun pemakaian pada laptop dan juga PC (front panel). Dan mempunyai konektor Jack 3,5mm dengan 3 ring khas smartphone dilapisi emas. Laptop produksi sekarang juga mengadopsi port yang sama.
jack 3.5mm 3 ring dilapisi emas

Microphone


Mic memiliki satu tombol yang bisa dikonfigurasikan pada aplikasi pemutar musik smartphone. secara default untuk menerima dan menutup panggulan yang masuk.

Bagi saya kabel yang sedikit panjang mic telalu jauh dari mulut menyebabkan tidak jelasnya masukan suara. Untuk itu saya harus memasang earphone yang sebelah kiri mulai dari belakang telinga terlebih dahulu agar posisi mic pas sejajar dengan mulut. Sayang, tidak bisa diatur letak mic di kabelnya karena terpasang permanen. Solusi lain dengan menggunakan penjepit kabelnya.

Pouch

Berguna untuk menyimpan headset beserta ear tip nya dan juga bisa digunakan untuk menyimpan uang receh, ini sebuah nilai tambahan.

Build Quality

Kualitas headset ini keseluruhan terbilang bagus, setelah dicoba selama tiga hari ternyata tutup konektor jack dan splitter kabel lepas karena sering cabut-colok, lah kok bisa? ternyata lemnya kurang kuat, sungguh sangat disayangkan.


Pengujian Earphone

Waktunya pengujian untuk mengetahui kualitas earphone ini, seperti biasa pengujian menggunakan Musik ini yang utama karena headset ini dibuat untuk itu, lalu game, dan terakhir movie.

Tes Musik

Sudah mencoba untuk mendengarkan musik Pop, Rock, RnB, Klassik. Di smartphone dan PC.
Suara yang dihasilkan memuaskan, staging membatu membuat semua instrument musik terdengar jelas detail-nya. Dentuman bass tidak terlalu kuat dan Treeble tidak terlalu menusuk telingan. Namun sayang suara vokal agak tertinggal (laid back). Karakter headset ini lebih ke balance.
Khusus smartphone headset ini lebih enak jika sudah menemukan equalizer yang pass. sedangkan digunakan di PC malah keluaran suara malah lebih baik jika tidak menggunakan equalizer dan bila dikolaborasi dengan software SRS AE, tapi suara lebih lembut dan bass kurang nendang.

HEBAT untuk mendengarkan musik!

Tes Game

Mencoba mamainkan game Counter-Strike: Global Offensive dan GTA IV,
Untuk game tipe FPS dirasa kurang, karena bass dominan dan susahnya menentukan dimana posisi musuh berada, disisi lain untuk komunikasi malah lebih jelas suara vokalnya.
Sedangkan pada game GTA suara lingkungan, percakapan, radio, efek, sangat jelas tidak tercampur, tapi sayang dengungan suara kota membuat tidak betah, karena sangat mengganggu.
Dipadu dengan SRS Audio Essential, malah tambah buruk.

Kesimpulan tidak cocok untuk gaming!

Tes Movie

Saya coba untuk memutar film aksi seperti the amazing spiderman, the raid 2, dan save private ryan. Hasilnya?
Sungguh luar biasa, serasa punya bioskop sendiri. ditambah SRS AE, suara lingkungan teratur dengan baik.
sebagai contoh film save private ryan, setiap suara letupan senapan yang ditembakan terdengar jelas walau suara dari kejauahan, ledakan dari geranat, tank sungguh luar biasa! Disisi lain suara percakapan sangat baik terdengar antar lawan bicara walau dari kejauhan.

LUAR BIASA!

Kesimpulan

Pertama kali Bagi saya pribadi ukuran M cocok sekali ditelinga saya, dan earphone ini sangat cocok untuk kegiatan outdoor. Sedangkan ukuran S lebih nyaman untuk digunakan dalam jangka panjang. Ini juga tergantung telinga pengguna. Ukuran L? malah membuat pusing kepala karena staging yang luas dan dentuman bass yang kuat.

Setiap eartip memberikan staging yang berbeda, luas ruangan yang dihasilkan mengikuti ukuran ear tip. Headset ini mampu meredam suara sekitar (noise cancelling) dengan baik untuk dalam ruangan, sendangkan untuk luar ruangan yang padat keramaian hanya terdengar suara luar masuk di radius sekitar 3 meter.

Setelah burn selama kurang lebih 24 jam, keluaran suara menjadi lebih baik, bass lebih dalam dan bulat, tidak melebar, suara vokal lebih baik tidak tertinggal dibelakang seperti tertutup instrument musik, begitu juga pada movie, tidak terganggu suara lingkungan.

Jadi headset ini cocok untuk:
  • Music HEBAT!
  • Movie LUAR BIASA!
  • Game, No

Pendapat pribadi

Di buku panduannya terdapat peringatan untuk tidak menggunakan headset ini saat berkendara, karena memang noise cancelling yang baik membuat anda lupa akan keadaan sekitar, bahkan saat dikeramaian. 

Dengan demikian berakhirlah review ini, bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas dari artikel ini, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga artikel ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terima kasih telah membaca!
Tiap kali install sistem operasi pastinya dilanjukan dengan menginstall software dan aplikasi tambahan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Nah, aplikasi apa saja yang akan dipasang? karena banyaknya software dan aplikasi yang tersedia, saya akan membagikan aplikasi yang terbaik yang pernah saya coba, baik yang berbayar maupun yang gratis.

Audio Video
Memutar file audio atau video tentunya dapat menggunakan sofware bawaan, tapi buat saya pribadi kurang walau sudah tersedia lengkap.

AIMP dan GOM Audio Player

AIMP satu player yang memiliki banyak playlist, jadi anda hanya perlu pindah-pindah playlist tanpa harus kehilangan lagu kesayangan, dan juga support plugins Winamp.

Disisi lain GOM memiliki kesamaan dengan AIMP pada konfigurasi dan equaliser, ditambah anda bisa karaoke dengan adanya lyric sync!

Media Player Classic, VLC, dan GOM Player

MPC ringan dan banyak plug-ins dan konfigurasi yang bikin pusing tapi setelah menemukan settingan yang pas bisa sangat memuaskan, hal ini berlaku pada audio dan video.
VLC dapat digunakan sebagai audio dan video player dalam satu aplikasi, memiliki fitur menambah volume lebih dari 100% tentu sangat berguna untuk pemakai laptop dengan speaker pas-pasan.

GOM player memiliki UI yang simple dan konfigurasi umum yang mudah dioperasikan, direkomendasikan untuk orang awam.

Desain Grafis
Ms Paint cukup? ah... kurang, butuh yang lebih walau hanya sekedar menggambar coret-coretan yang tidak penting.
Blender dan Sketchup
sketchup dan blender

Sketchup memiliki library yang banyak dan kesederhanaan UI yang sangat cocok untuk orang awam. Tetapi Blender lebih lengkap dan gratis tentunya.


CorelDraw dan Illustrator

keduanya memiliki fungsi yang sama tetapi memiliki ruang kerja yang berbeda, jadi tergantung selera anda

Sebagai alternatif di atas anda bisa menggunakan GIMP atau InkScape.

Internet
Untuk mengakses situs-situs di internet dibutuhkan browser, aoftware ini yang akan membukakan situs yang kita inginkan.

Browser
Edge browser terbaru dari Microsoft yang ringan, cepat dan UI yang sederhana, tetapi masih saja ada banyak kekeurangan, browser ini hanya cocok untuk yang ini browsing cepat saja.
Chrome browser dari Google yang kompatible dengan banyak website, dan built-in flash player. Opera merupaka adik dari Chrome memiliki engine browser yang sama dan nilai plus yang dapat hemat bandwitdh (jika memakai mobile data). kedua browser ini memiliki siklus update yang berkala dan otomatis seringnya kita tidak mengetahui saat mereka melakukan update (diam-diam) ini menjadi bencana bila anda menggunakan mobile data.
FireFox browser yang populer dan powerful yang memiliki banyak plugins dan tema hampir sama dengan Chrome, tapi sekarang dia sudah memblokir Flash player karena masalah keamanan.

Downloader

Internet Download Manager dan Xtreme Download Manager keduanya memiliki fungsi yang sama, tetapi XDM gratis bisa menjadi alternatif dari pada memakai bajakan.
Utorrent bagi yang ingin download melalui torrent.

Office
urusan kantor seperti membuat dokumen, presentasi, dan mengatur data-data dalam tabel semua bisa diatur menggunakan software office suite. 
Office suite
WPS versi gratis memiliki 3 aplikasi word editor, spreadsheet, dan presentation. Dari ketiganya sudah terbilang lengkap sebagai pengganti Ms office dengan tampilan modern windows 10.

MS Office paket office lengkap ditambah layanan cloud yang dapat digunakan untuk menyimpan dokumen penting anda.

Anda menyukai tampilan jadul seperti Ms Office 2003? LibreOffice jawabannya!

PDF reader dan Maker
Bila anda mempunyai banyak dokumen pdf untuk yang versi ringan dapat menggunakan SumatraPDF dan built-in dari browser, tapi tentu saja hanya dapat membaca tidak meng-editc dan lain sebagainya. Tapi jika anda ingin membuat file .pdf anda dapat menggunakan fitur save as... dari kedua office suit diatas

Security
Sebenarnya software keamanan hanya sebagai satpam bagi PC, dan anda tetap mempunyai hak penuh apakah anda akan membiarkan virus masuk ke sistem komputer anda?
 Windows Defender sebenarnya sudah cukup menjadi antivirus (pemakai os windows) dengan selalu mengupdate database virus secara berkala.
Tapi ada kalanya anda menginginkan proteksi lebih maka anda dapat menggunakan Avast sebagai gantinya yang memberikan layanan satu tahun full untuk versi gratis.
Sedangkan jika Anda lebih suka antivirus yang ringan bisa memilih Smadav.
Diluar itu semua ada COMODO Internet Security antivirus dan firewall satu paket lengkap untuk keamanan PC anda..

Lain-Lain (opsional)
WinRAR, pengarsip dan mengamankan file dan dokumen yang sering diperlukan.
DeamonTool Lite, untuk membuka file image atau virtual CD-DVD
MSI afterburner, untuk memantau kerja CPU dan GPU.
Nero dan AnyBurn (gratis) , untuk membakar kepingan CD-DVD.
Ccleaner, aplikasi untuk perawatan secara software seperti halnya TuneUp tapi ini versi mininya.

Beberapa aplikasi di atas dapat di download lewat web resmi mereka atau bisa melalaui situs portal seperti jalantikus.com, filehorse.com, dan filehippo.com

Bila ada pertanyaan atau ada yang kurang jelas dari artikel ini, silahkan bertanya melalui kolom komentar dibawah! Semoga artikel ini bermanfaat dan bila Anda merasa demikian maka Anda bisa membagikannya dengan mengklik ikon sharing dibawah. Cukup sekian dan terima kasih telah membaca!